I’rob dan Macam-macamnya

           I’rob secara etimologi mengandung banyak arti diantaranya adalah menjelaskan (الابانة), memperindah (التحسين), dan adakalanya merubah (التغيير),sedangkan secara terminologi adalah suatu perubahan yang terjadi di akhir suatu kalimat  karena masuknya suatu Amil (muhammad ibnu ahmad,tth.hal:12) Perubahan ini menyebabkan akhir suatu kalimat adakalanya terbaca rofa’,nashab,jer,atau jazm tergantung amil yang memasukinya (mushthofa al-gholami,2005.hal:15).

                        جاءَزيدٌ , رأيتزيدًا , مررتبزيدٍ , لميفعلْ Contoh :

Macam-macam al I’rob

Al I’rob terbagi menjadi empat macam :

  1. Rofa,contoh :زيدٌ جاء
  2. Nashab, contoh :زيدًا رأيت
  3. Khofad, contoh : بزيدٍ مررت
  4. Jazm, contoh :يفعلْ لم

Dari keempat I’rob diatas itu hanya berlaku untuk kalimat isim dan kalimatfi’il, untuk kalimat isim yaitu i’rab rafa’, nashab, khofad dan untuk kalimat fi’il itu i’rab rafa’, nashab dan jazm (Ibnu Aqil,tth.hal: 35).

Alamat-alamat  I’rob

  • I’rob rofa

I’rob rofa mempunyai empat alamat:

  1. Dlomah, contoh :زيدٌ جاءَ
  2. Wawu, contoh :زيدونَ جاءَ
  3. Alif, contoh :زيدان جاءَ
  4. Nun, contoh :يفعلون
  • I’rob nashab

I’rob nashab mempunyai lima alamat :

  1. Fathah, contoh :زيدا رأيت
  2. Alif, contoh :أباكَ رأيت
  3. ya, contoh :الزيدَيْن رأيت
  4. kasroh, contoh :المسلماتِ رأيت
  5. hadzfunnun, contoh :يفعلوا لن
  • I’rob khofadl

I’rob  khofadl mempunyai tiga alamat :

  1. Kasroh, contoh :بزيدٍ مررت
  2. Ya, contoh :بزَيدَىن مررت
  3. Fathah, contoh :بعُمرَ مررت
  • I’rob jazm

I’rob jazm mempunyai tiga alamat :

  1. Sukun, contoh :يفعلْ لم
  2. Hadzful harfi ilat, contoh :يخشَ لم
  3. Hadzfunnun, contoh :يفعلوا لم
  1. C.      Pembagian al I’rob

I’rob terbagi menjadi tiga macam (mushthofa al-gholami,2005.hal:18) :

  1. 1.      Al I’rob adz adzohir

I’rob dzohir adalah perubahan yang tampak ( dzohir ) Yang terjadi  pada akhir suatu kalimat dikarenakan tuntutan suatu Amil.I’rob ini terjadi pada kalimat yang bisa dii’robi selain yang mu’tal akhir (mu’robah ghoirul mu’tal akhir).

contoh :زيدٌ جاء

  1. 2.      Al I’rob at Taqdiri

Al I’rob at taqdiri adalah perubahan yang tidak tampak (ghoiru dzohir) pada akhir suatu kalimat dikarenakan tuntutan suatu Amil, maka I’rob tersebut merupakan harokat yang dikira-kirakan (Ibnu Aqil,tth.hal:40)  i’rob ini terjadi pada kalimat-kalimat yang akhirnya berupa huruf I’lat (mu’talul akhir),isim yang disandarkan (mudlof) pada ya mutakallim,dan pada isim yang diceritakan (mahkii) ketika haltersebut bukan berupa jumlah(mushthofa al-gholami,2005.hal:18).

  • Klasifikasi
  1. Pengi’robankalimat yang mu’tal akhir.
  • Alif

Harokat yang berada pada alif dikira-kirakan karena ta’adzur (muhammad al-Khudlori,tth.hal:40). Makna dari ta’adzur adalah tidak bisa menjelaskan alamat I’rob selamanya (mushthofa al-gholami,2005.hal:18).

Contoh: الفتي جاء

  • Wawu  dan ya

Harokat dlomah dan kasroh dikira-kirakan karena tsiqol (Kafrawi,tth.hal:6).makna dari tsiqol adalah menampakan harokatdlomah atau kasroh itu adalah hal yang mungkin. akan tetapi, hal tersebut bagi kalangan orang arab terlalu berat untuk menampakannya (mushthofa al-gholami,2005.hal:18).

Contoh: القاضى يدعواالداعى،يقضى

Adapun harokat fathah itu bisa di tampakan dikarenakan lebih ringan dalam pengucapannya (muhammad al-Khudlori,tth.hal:50).

Contoh: القاضيَ أعصيَ لن

  1. Pengi’roban isim yang dimudlofkan pada ya mutakallim.

Isim yang dimudlofkan pada ya mutakallim bisa dii’robi  ketika memenuhi syarat-syarat berikut ini :

  1. Tidak berupa isim makshur
  2. Tidak berupa isim manqush
  3. Tidak berupa isim tatsniyah
  4. Tidak berupa jamak mudzakar salim
  5. Berada dalam keadaan rofa’ dengan dlomah dan nashab dengan fathah (mushthofa al-gholami,2005.hal:19).

Dlomah dan fathah harus dikira-kirakan karena adanya kasrohmunasabah ( kasroh untuk menyelaraskan ya mutakallim).

Contoh: ربِّي ألله,ربّى أطعت

Adapun ketika keadaan khofad isim tersebut bisa dii’robi dengan harokatkasroh yang tampak menurut qoul ashoh (mushthofa al-gholami,2005.hal:19).

contoh:   ربّى طاعة لزمت

  1. 3.      Al i’rob al Mahalli

Al i’rob al Mahalli adalah perubahan i’tibari (bukan berupa perubahan yang tampak ataupun kira-kira ) dengan sebab Amil.I’rob ini terjadi pada kalimat-kalimat yang mabni, hal tersebut dikarenakan kalimat yang mabni tidak bisa menerima harokat i’rob pada akhir kalimat tersebut (mushthofa al-gholami,2005.hal:22).

  • Kalimat yang mabni apabila menempati tempatnya kalimat yang dibaca rofa’,nashab,khofadl ataupun jazm maka rofa’,nashab,khofadl dan jazmnya itu berupa i’rob i’tibari atau biasa disebut dengan i’rob mahalli ( mengi’tibar bahwasanya hal tersebut menempati tempatnya kalimat yang marfu,manshub,majrur atau majzum ). Hal ini  memandang tempatnya (mahal) didalam suatu jumlah yang apabila tempat tersebut ditempati oleh kalimat yang mu’rob maka kalimat mu’rob tersebut akan terbaca rofa’, nashab,jer ataupun jazm (mushthofa al-gholami,2005.hal:22).

Contoh : تعلّم من أكرمت

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s